Bila perlu aku kau dakapi
Bila perlu aku kau cari
Bila perlu aku kau sanjungi
Bila perlu aku kau kasihi
Bila perlu aku kau tangisi
Bila perlu aku kau bayangi
Bila perlu aku kau say I love you
Tapi kini satu perkataan yang bisa ku ungkapkan
Di mana janji-janji mu bila kau di atas???
Pasrah di lurah mimpi
Benak hati tak berbaki
Namun inginku dampingi mu
Biar pun ditawani rantai
Berkuncikan hati yang mati
Namun aku tetap begini
Seloka kata umpama coretan lukisan
tercalar hati ungkapan gambar
itulah diriku yang berdiri sendiri
Tapi lukisan tak sudah kata-kata bila berbicara
Percayalah semua itu hanya lakonan
Di pentas dunia semata-semata
Maaf kerna kau lukisan
Bercorakkan perasaan yang sentuhannya
tak bisa ku rasakan
Namun, hati saja yang yakin
terokai ke dasar ayunan sebuah potret
Noktahkanlah titik permulaan bicara
Kerana hati sering mengerling permata
tah bila nan berderai
di arena cerita
Aku terlalu sepi nan potret
menusuk ke dalam minda yang gelap
Namun kotak hati sering kali
Dilegari bermacam-macam titik noktah
Cerita kita...
Cerita kita...







0 comments:
Catat Ulasan